Tampilan : Daftar Grid

Tips Memilih Mata Kuliah yang Tepat

Memilih dan menentukan mata kuliah mana yang akan diambil merupakan hal penting. Ini akan menjadi salah satu yang menentukan nasib anda ke depannya. Biasanya Dasar pertimbangan dan persyaratan dalam mengambil mata kuliah ialah nilai IP pada semester sebelumnya. Jika IP kamu kurang dari 3.0 atau kamu belum lulus mata kuliah dasar, maka jumlah mata kuliahmu akan dibatasi oleh jurusan. Berbeda halnya jika IP kamu semester lalu tinggi, maka kamu boleh mengambil jumlah maksimal mata kuliah.

Dasar pertimbangan memilih jadwal kuliah sendiri berbeda-beda bagi setiap mahasiswa. Tips Memilih Mata Kuliah yang Tepat sangat berpengaruh nantinya. Sebagai gambaran, berikut ini beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih mata kuliah.

kuliah

Seimbang

Seimbangkan pilihan mata kuliah yang sulit dan mudah. Dengan begitu, kita pun bisa mempertahankan nilai IPK cukup baik karena tidak kesusahan dalam belajar. Selain itu, pertimbangkan juga ukuran kelas dalam belajar. Ambillah beberapa kelas besar, begitu juga kelas kecil dengan sedikit mahasiswa. Kelas yang lebih kecil biasanya membuat mahasiswa lebih terikat dan terlibat dalam kegiatan perkuliahan.

Mata kuliah wajib

Pastikan menyelesaikan semua mata kuliah wajib yang disyaratkan kampus. Beberapa mata kuliah hanya diajarkan di semester tertentu, jadi jangan sampai terlewat.
Perlu diingat, biasanya mata kuliah wajib dan umum akan diajarkan di kelas besar dengan ratusan mahasiswa. Dan godaan untuk membolos atau malas-malasan akan sangat besar di mata kuliah seperti ini.

Mata kuliah pilihan

Ambil mata kuliah yang menarik minat dan akan berguna untuk pendidikan dan rencana karier Anda. Selain itu, jika memungkinkan, ambil juga mata kuliah di luar jurusan yang menarik minat Anda. Pilihan ini akan memberi ruang "refreshing" dari rutinitas pendidikan sehari-hari sekaligus memberi kesempatan Anda mempelajari hal-bal baru. Keuntungan lain, Anda bisa memiliki banyak teman baru dari berbagai jurusan.

Jangan memilih mata kuliah karena Anda ingin memberi kesan baik kepada seseorang atau untuk memenuhi permintaan orang lain. Anda harus memilih mata kuliah karena memang menyukai bidang tersebut.

Dosen

Pertimbangkan juga dosen pengajar di setiap mata kuliah pilihan Anda. Setiap kampus pasti memiliki dosen favorit dan dosen killer yang dihindari mahasiswa. Cari tahu informasi tentang dosen dan kebiasaannya mengajar ini kepada senior-senior di kampus. Anda bisa juga mencoba belajar di beberapa kelas untuk mengetahui langsung cara mengajar dosen tersebut.

Kombinasi

Buatlah jadwal kuliah dengan mengombinasikan beberapa bidang agar tidak bosan. Kombinasikan juga mata kuliah teori dengan praktik.

Belum memilih jurusan

Jika Anda belum memilih jurusan kuliah, ambil beberapa mata kuliah perkenalan untuk melihat apakah Anda menyukai jurusan tersebut atau tidak.

Berhati-hati

Pilihlah mata kuliah dengan sangat hati-hati. Baca silabus perkuliahan yang diberikan kampus dan lihat daftar dosen yang akan mengajar semester ini. Kemudian, daftarkan pilihan Anda secepat mungkin agar tidak kehabisan kuota.

Penasihat akademis

Jika masih bingung, maka Anda bisa juga meminta saran dari penasihat akademis atau dosen wali. Mereka bisa memandu Anda memilih mata kuliah dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Lokasi

Selain ukuran kelas, lokasi kelas juga bisa menjadi pertimbangan saat memilih mata kuliah. Jangan sampai Anda memilih mata kuliah dengan jadwal mepet dan jarak kelas berjauhan.

Waktu

Jika tidak bisa bangun pagi, maka jangan ambil kelas kuliah pagi hari. Begitu juga sebaliknya. Jika Anda lebih segar kuliah di pagi hari, maka manfaatkan waktu sore hari untuk beraktivitas tambahan di luar kuliah.

Teman

Mengambil mata kuliah yang sama dengan teman juga akan menyenangkan. Tetapi, jangan sampai mengambil mata kuliah tertentu karena ikut-ikutan teman.

Metode Penilaian Kinerja

Diantara teknik penilaian yang telah dikembangkan dan banyak digunakan beberapa perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Penilaian berdasarkan ranking (procedure ranking). 
2. Penilaian berdasarkan klasifikasi (classification ranking). 
3. Penilaian kinerja menggunakan skala (graphic rating scales). 
4. Behaviorally anchored rating scales (BARS). 
5. Deskriptif.

Penilaian Kinerja

Management by Objective

Salah satu bentuk evaluasi kinerja yang cukup populer terutama setelah Peter Drucker menulis buku ”the practice of management“ (1954) adalah Management by Objective (MBO). Jika diterjemahkan, MBO bisa berarti manajemen berbasis sasaran/tujuan. Pada prinsipnya MBO menekankan pentingnya setiap individu, baik manajer maupun karyawan biasa, baik manajer tingkat atas maupun manajer bawah, bertanggungjawab terhadap hasil kerja ketimbang semata-mata melakukan aktivitas perkerjaan. Oleh karena dituntut untuk bertanggungjawab terhadap hasil kerja maka semua level manajer juga dilibatkan dan ikut berpartisipasi dalam menetapkan tujuan. Tujuan yang telah ditetapkan masing-masing manajer berfungsi sebagai alat kendali diri (self-control) terhadap kinerja masing-masing. Artinya masing-masing manajer diminta untuk memonitor sejauh mana upaya dan tindakan yang mereka lakukan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan jika dianggap perlu manajer tersebut bisa melakukan tindakan korektif tanpa harus menunggu intervensi atasan. 

Secara filosofis, focus perhatian MBO adalah (1) memprediksi dan menetapkan masa depan organisasi dengan cara mengembangkan tujuan jangka panjang organisasi dan membuat perencanaan-perencanaan strategic, (2) mencapai hasil kerja ketimbang sekedar melakukan kegiatan kerja, (3) meningkatkan kompetensi individu dan efaktifitas organisasi, dan (4) meningkatkan partisipasi karyawan dalam segala aspek kehidupan organisasi. 

Selain itu, harus dipahami pula bahwa MBO adalah sebuah proses yang melibatkan fungsi-fungsi manajemen yang terintegrasi mulai dari: (1) menetapkan tujuan organisasi yang jelas dan tepat, (2) mengkoordinasikan tujuan masing-masing individu dengan tujuan organisasi secara keseluruhan, (3) pengukuran dan penilaian kinerja secara sistematik dan (4) melakukan tindakan korektif yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penegakan Aturan dan Disiplin

Penegakan aturan dan pemberian hukuman merupakan bagian integral dari program penilaian kinerja. Kedua instrument ini banyak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari organisasi sebagai media untuk memotivasi karyawan, namun secara teoritik kedua instrument ini sering luput dari perhatian para teoritisi perilaku organisasi. Teori motivasi misalnya sejauh ini lebih menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan karyawan sebagai landasan untuk memotivasi mereka. Terlepas minimnya kajian teoritik tentang penegakan aturan dan pemberian ancaman hukuman, kedua instrument ini secara umum bisa digunakan untuk menjaga agar karyawan terhindar dari perilaku yang tidak dikehendaki yang bisa menghambat pencapaian tujuan organisasi. 

Sistem Penghargaan

Sistem penghargaan adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang karena keanggotaan atau keterlibatan orang tersebut didalam organisasi. Pada umumnya setiap karyawan memperoleh hak yang sama dalam sistem reward. Berbagai bentuk reward yang diberikan kepada karyawan misalnya: benefit atau tambahan gaji, pemberian fasilitas rekreasi kesehatan kenaikan biaya hidup. Tujuan dari sistem penghargaan adalah untuk menarik dan mendorong karywan tetap bersama dengan organisasi. Biasanya semakin lama seorang karyawan bekerja di perusahaan akan semakin besar pula penghargaan yang diperolehnya. Namun jika sistem penghargaan ini diberikan kepada setiap karyawan karena lamanya tinggal dan bekerja di persusahaan, penghargaan ini pada akhirnya tidak memotivasi karyawan bekerja lebih baik karena yang dilakukan karyawan hanya tinggal selama mungkin dengan perusahaan meski kinerjanya minimal.

Beberapa bentuk penghargaan yang banyak diberikan kepada karyawan diantaranya adalah: benefit, stock option dan stock ownership.

Insentif 

Insentif adalah pemberian penghargaan berbasis kinerja. Insentif berbeda dengan sistem penghargaan yang telah dibahas sebelumnya. Jika dasar dari sistem penghargaan adalah keterlibatan karyawan dengan perusahaan tanpa melihat apakah karyawan tersebut kinerjanya baik atau tidak, insentif hanya akan diberikan kepada karyawan sesuai dengan kinerja karyawan tersebut. Tujuan dari pemberian insentif adalah agar karyawam mau mengerahkan energinya untuk menghasilkan kinerja yang terbaik. Secara umum bentuk insentif bisa dibedakan menajdi dua yaitu insentif berupa uang (financial incentive) dan insentif tidak berupa uang melainkan berupa pengakuan.


Tujuan dan Metode Penentuan Harga


Tujuan Penentuan Harga

Apabila perusahaan telah memilih pasar sasaran dan pemosisian pasarnya, maka strategi pemasarannya termasuk keputusan harga menjadi mudah ditetapkan. Misal jika perusahaan ingin menawarkan produk sepatu pria bagi kalangan eksekutif dengan kualitas yang tinggi, maka perusahaan sepatu tersebut dapat menawarkan produknya dengan harga tinggi. Setiap kemungkinan harga akan memiliki pengaruh yang berbeda pada berbagai tujuan seperti laba, pendapatan penjualan, dan pangsa pasar. Apabila bertujuan ingin memaksimalkan laba, perusahaan dapat menetapkan harga tinggi, namun jika ingin mendapatkan pangsa pasar yang cukup luas, perusahaan dapat menentukan harga yang lebih rendah.

Sebuah perusahaan dapat menginginkan satu atau lebih dari beberpa tujuan berikut melalui kebijakan penetapan harganya:
1.     Mempertahankan kelangsungan hidup (survival). Apabila perusahaan menemui masalah kelebihan kapasitas produksi, tingkat persaingan yang semakin tinggi, atau perubahan keinginan konsumen, maka cenderung akan menentukan harga rendah.Perusahaan menetapkan harga dengan mempertimbangkan pengeluaran biaya dan laba yang diinginkan. Sepanjang harga masih bisa menutup sejumlah biaya tetap dan variable telah yang dikeluarkan, maka perusahaan akan tetap dapat bertahan.
2.    Mengejar keuntungan (profit oriented). Perusahaan dapat menentukan harga yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
3.    Pertumbuhan penjualan yang maksimum. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah pada pasar sasarannya untuk meningkatkan jumlah penjualannya.
4.    Merebut pangsa pasar (market share). Perusahaan dapat menentukan harga yang rendah untuk menarik lebih banyak konsumen dan dapat merebut pangsa pasar pesaing.
5.    Mendapatkan return on investment (ROI) atau pengembalian atas modal. Perusahaa dapat menentukan harga yang tinggi jika ingin menutup biaya investasi dengan cepat.
6.    Kepemimpinan kualitas produk (product quality leadersip). Perusahaan yang ingin menjadi pemimpin kualitas produk di pasar, dapat menetapka harga yang tinggi. Perusahaan Sony yang berusaha menunjukkan pada konsumen akan kualitas produknya  dengan menggunakan slogan ‘It’s a Sony’, berani menetapkan harga yang tinggi pada produk elektroniknya.
7.    Tujuan sosial. Organisasi nir-laba dan organisasi publik mengadopsi sejumlah penetapan harga yang lain. Sebuah lembaga pendidikan yang berusaha menutup sebagian biaya tetap mengandalkan sumbangan dari publik untuk menutup sebagian biaya lainnya

Metode Penetapan Harga

Metode yang dapat dilakukan perusahaan daalm menetapkan harga yaitu dengan mengadakan pendekatan terhadap biaya, penawaran-permintaan, dan konsumen.

1.  Pendekatan Biaya (Cost-Oriented Aprroach)
Yaitu penetapanharga yang dilakukan dengan cara menghitung total biaya dan menambahkan tingkat keuntungan yang diinginkan. Metode penetapan harga melalui pendekatan biaya ini terdiri dari Cost-Plus atau Markup Pricing dan Break-Even Analysis.

Markup Pricing
 Yaitu dengan cara menjumlah seluruh biaya yang diperlukan dalam proses produksi, kemudian menentukan persentase markup untuk menutup biaya dan memperoleh keuntungan yang diharapkan. Jadi harga ditetapkan dengan cara menambahkan persentase markup pada total biayanya. Sedangkan persentase markup dapat dihitung dengan rumus berikut:

                                               
Persentase Markup =   Harga Jual – Total Biaya
                                              Harga Jual
Misal, sebuah perusahaan alat pemanas nasi atau majic jar memiliki  total biaya sebesar Rp 250.000 per unit dengan harga jual ditetapkan Rp 200.000 per unit. Maka markup-nya sebesar Rp 50.000 per unit dan persentase mark up sebesar  20 persen.

Persentase Markup =   250.000 – 200.000   = 20%         
                            250.000

Penetapan harga markup merupakan metode yang paling sederhana dan paling banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan. Hal ini dikarenakan:
1.     Penjual lebih memiliki kepastian mengenai biaya daripada permintaan. Dengan mengaitkan biaya pada harga, penjual menyederhanakan tugas penetapan harganya sehingga tidak harus melakukan penyesuaian yang cukup sering saat terjadi perubahan permintaan.
2.    Bila semua perusahaan dalam satu industri menggunakan metode ini, harga mereka cenderung akan sama dan persaingan harga dapat diminimalkan.
3.    Banyak yang merasa bahwa metode ini lebih adil baik bagi pembeli maupun penjual. Saat permintaan pembeli meningkat, penjual tidak mengambil keuntungan yang berlebihan.

Break-Even Analysis (Analisis Pulang Pokok)
Yaitu metode untuk menentukan jumlah unit barang yang harus dijual sehingga total pendapatan yang diperoleh sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Perama-tama perlu dientukan margin kontribusi yaitu selisih antara harga dengan biaya vatiabel per unit. Sedangkan titik mpas diperoleh dengan perhitungan rumus berikut.

BEP =                        Biaya Tetap                                           
                  Harga –Biaya Variabel per unit

Misal, sebuah baju dijual dengan harga Rp 50.000. Total biaya tetapnya adalah Rp 50 juta, sedangkan biaya variabelnya adalah Rp 25.000. Maka unit barang yang harus dijual adalah

BEP = 50 juta / (50.000 – 25.000) = 2000 unit baju.
Dengan demikian untuk mendapatkan titik pulang pokok, perusahaan harus menjual baju sebesar 2000 unit.

2.  Pendekatan Penawaran-Permintaan (Supply-Demand Approach)
Pada dasarnya harga produk ditentukan oleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan produk tersebut. Permintaan (demand) adalah kuantitas produk tertentu yang mau dibayar konsumen dengan harga tertentu. Apabila harga naik, sesuai dengan hukum permintaan, maka konsumen akan mengurangi permintaannya. Konsumen akan bersifat realistis dengan mencari produk substitusi (pengganti) atau berpola hidup lebih sederhana. Permintaan atas suatu produk ditentukan oleh pihak konsumen. Permintaan dipengaruhi oleh beberapa faktor selain harga tersebut, seperti harga barang lain baik barang substitusi (pengganti) maupun komplementer (pelengkap), pendapatan konsumen, selera dan lain-lain.

3.  Metode Customer Oriented
Sensitivitas harga juga dipengaruhi oleh segmen pasar karena semua orang tidaklah sama dalam melihat harga. Konsumen dapat dibagi menjadi segmen-segmen sebagai berikut:
·         Price shoppers: konsumen yang tertarik mengadakan transaksi yang terbaik untuk suatu produk.
·         Brand-loyal customers: konsumen yang percaya dan lebih menyukai merek yang sedang popular dan mau membayarnya dengan harga yang wajar.
·         Status seekers: konsumen yang membeli barang-barang dengan merek prestisius dengan harga berapa pun, semakin tinggi harga menandakan status yang lebih tinggi.
·         Services/features shoppers: Konsumen yang mau membayar penampilan produk atau jasa yang bernilai yang tinggi.
·         Convenience shoppers: Konsumen yang  menghendaki kemudahan, dekatnya lokasi, dan cepatnya lama berbelanja serta menyukai kepraktisan dan untuk itu konsumen mau membayar lebih.

Perusahaan harus mengidentifikasi segmen mana yang menjadi pasar sasarannya. Persepsi konsumen terhadap harga suatu produk atau jasa yang ditawarkan atau harga subjektif (bisa tinggi, wajar atau rendah) adalah lebih penting diketahui oleh pemasar daripada harga senyatanya.

Tugas Manajemen resiko dan Asuransi

1. Berikan contoh dari indirect loss coverage

Jawab:
Kerugian tidak langsung atau indirect losses (consequential) adalah setiap kerugian yang terjadi akibat kerugian asal (original losses). Contoh dari kerugian ini adalah kehancuran rumah karena gempa bumi dahsyat sehingga kita harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal sementara dan renovasi rumah

2. Apa saja yang termasuk time element contract dan non time element contract. Berikan contoh masing-masing.

Jawab:

Time elemen contract


Adalah kontrak asuransi yang mengukur besarnya kerugian tidak langsung dalam jumlah uang untuk setiap unit waktu yang berlaku sampai dengan obyek yang   terkena peril yang diasuransikan selesai diperbaiki

Time element contract meliputi antara lain :

  1. Business Interuption Insurance. Ialah kontrak pemberian ganti rugi kepada tertanggung atas keuntungan yang hilang dan biaya tetap yang harus dikeluarkan, karena rusaknya properti yang diasuransikan, yang di-sebabkan oleh peril dalam polis, sampai properti yang terkena peril selesai diperbaiki
  2. Contigent Business Interuption Insurance. Adalah asuransi kerugian tidak langsung yang diakibatkan oleh peril yang menimpa perusahaan lain, yang bersangkutan, yang mengakibatkan perusahaan ter-sebut harus menghentikan operasinya untuk sementara.
  3. Extra Expense Insurance. Extra Expense Insurance adalah asuransi terhadap biaya ekstra yang terpaksa harus dikeluarkan oleh perusahaan yang terkena peril, yang ter-paksa menggunakan fasilitas lain, agar perusahaan tetap beroperasi.
  4. Additional Living Expense Insurance. Adalah asuransi yang ditujukan bagi pemilik rumah, yang harus mengeluarkan biaya hidup yang lebih tinggi, akibat dia harus pindah rumah, karena rumahnya terkena peril
  5. Rental Value Insurance. Adalah asuransi yang ditujukan untuk individu yang tidak mungkin memiliki Business Interruption Insurance.  Asuransi  bisa diajukan baik oleh penyewa rumah ataupun pemilik rumah yang disewakan.

Pada pokoknya ada 3 bentuk rent-Insurance :
  • Rent-Insurance untuk mem-berikan ganti rugi atas kehilangan pendapatan sewa selama periode tertentu.
  • Rent-Insurance untuk mem-berikan ganti rugi selama masa normal untuk mem-bangun kembali rumah obyek sewa yang terkena peril.
  • Rent-Insurance untuk mem-berikan ganti rugi sebesar tidak lebih ½ dari jumlah asuransi yang dibayar setiap bulan.


  • Leasehold Interest Insurance. Adalah asuransi terhadap interest atas real properti yang dipakai orang lain melalui kontrak “Leasing” yang mem-berikan hak kepada penyewa          (leaser) untuk memanfaatkan property tersebut selama jangka waktu tertentu.
  • Excess Rental Value Insurance Adalah asuransi terhadap kerugian yang diderita oleh leassor (pemilik property) karena pembatalan kontrak sewa oleh penyewa, yang disebabkan oleh menurunnya nilai sewa ataupun karena property tersebut terkena peril.

Non Time Element Contract

Adalah bentuk asuransi kerugian tidak langsung yang besarnya nilai asuransi tidak diukur berdasarkan berlakunya waktu.

Beberapa bentuk non-Time Element Contract:

Profit Insurance
Kontrak asuransi yang menutup kerugian tidak langsung karena hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum sempat dijual

Account Receivable Insurance

Kontrak asuransi yang memberikan ganti rugi atas kerugian yang timbul karena tertanggung tidak berhasil menagih piutang dari para kreditur

Temperature Damage Insurance

Kontrak asuransi terhadap ke-rugian yang diakibatkan oleh perusahaan / kacaunya tem-perature sebagai akubat rusaknya property yang diasuransikan

Rain Insurance

Hujan dapat menimbulkan kerugian tidak langsung yang dapat diasuransikan.

Hubungan antara Motivasi, Perilaku dan Kinerja

Motivasi berbeda dengan perilaku. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, motivasi merupakan proses psikologis yang menghasilkan perilaku tertentu. Dalam konteks motivasi, yang dimaksudkan dengan perilaku tertentu tidak lain adalah perilaku yang berorientasi tujuan, yakni perilaku yang tujuannya menutup perasaan kurang yang menghinggapi seseorang. Sedangkan perilaku itu sendiri merupakan suatu cerminan dari tindakan seseorang. Ketika kita melihat seseorang bertindak atau sekedar mendengar seseorang berbuat sesuatu, berarti kita bisa paham mengapa orang tersebut berperilaku demikian. Hasil dari sebuah motivasi pada umumnya bisa dinilai berdasarkan perilaku nyata yang ditunjukkan seseorang, besaran usaha yang dilakukan dan pilihan-pilihan tindakan untuk mencapai tujuan. Sementara itu hasil langsung dari motivasi akan tampak pada upaya nyata dan keteguhan seseorang dalam berperilaku. Namun meski motivasi mempengaruhi perilaku, bukan berarti motivasi hanya satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku. Perilaku seseorang dipengaruhi berbagai macam faktor. Termasuk diantaranya adalah: latar belakang individu yang berperilaku, motivasi dan lingkungan – termasuk lingkungan kerja.

Perilaku berbeda dengan kinerja. Kinerja merupakan akumulasi dari perilaku yang terjadi dalam waktu lama dan dalam konteks berbeda serta melibatkan orang-orang berbeda. Kinerja merupakan ukuran standar yang biasanya ditetapkan pihak lain bukan oleh diri orang bersangkutan. Dalam konteks organisasi misalnya kinerja ditentukan oleh organisasi bersangkutan dan pihak yang melakukan penilaian adalah manajer sebagai wakil dari pemilik organisasi. 

Motivasi merupakan faktor penting dan sangat dibutuhkan organisasi. Bagi sebuah organisasi mencapai tujuan – yang diukur dengan kinerja organisasi, adalah sebuah kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan demikian para karyawan sebagai pelaku organisasi harus mempunyai motivasi dan berperilaku yang berorientasi tujuan. Oleh karena itu berbagai rekayasa dilakukan organisasi agar karyawan memiliki motivasi kerja. Namun harus disadari pula bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kinerja. 

Ringkasan dari uraian diatas dapat dilihat pada gambar 1. Gambar tersebut menunjukkan hubungan antara motivasi, perilaku dan kinerja dimana perilaku seseorang tidak semata-mata dipengaruhi motivasi tetapi juga dua variable lain yakni latarbelakang individu seseorang seperti ketrampilan, kepribadian dan persepsi, dan lingkungan organisasi – termasuk didalamnya lingkungan kerja. 

Hubungan antara Motivasi, Perilaku dan Kinerja


Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua kata yang saling terkait, masing-masing dengan kata dasar pimpin. Dengan awalan pe kata pimpin menjadi pemimpin yang berarti orang yang memimpin dan kepemimpinan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pemimpin. Memimpin berarti “to lead” dalam bahasa Inggris. Kata to lead itu sendiri berasal dari kata laedere yang berarti people on journey – orang dalam perjalanan. Dari asal kata tersebut bisa dikatakan bahwa memimpin berarti membuat orang lain bergerak. Namun, dalam keseharian istilah kepemimpinan sering digunakan untuk tujuan berbeda pada situasi berbeda. Istilah kepemimpinan, misalnya digunakan untuk menunjukkan posisi seseorang di dalam organisasi. “Semua orang yang mempunyai posisi kepemimpinan diharap datang pada seminar yang akan kami selenggarakan besok pagi” adalah satu contoh yang menunjukkan bahwa posisi seseorang di dalam organisasi identik dengan pemimpin. Kepemimpinan juga digunakan untuk menjelaskan karakteristik seseorang “Supervisor kita yang baru tidak memiliki jiwa kepemimpinan seperti supervisor kita sebelumnya”. Kata jiwa kepemimpinan seolah-olah menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan sifat seseorang. Meski kedua contoh di atas berkaitan dengan kepemimpinan, keduanya belum memberi pemahaman umum tentang pemimpin dan kepemimpinan. 

pemimpin


Bass, mengidentifikasi beragam definisi kepemimpinan sebagai berikut.
  1. Pemimpin sebagai fokus atau titik sentral dari proses kelompok. Definisi-definisi awal tentang pemimpin dan kepemimpinan menunjuk-kan adanya kecenderungan dalam melihat pemimpin sebagai seseorang yang berada di tengah-tengah kelompok dan menjadi pusat perubahan, pergerakan dan aktivitas kelompok. 
  2. Kepemimpinan sebagai kepribadian yang berdampak pada orang lain. Para teoretis kepribadian cenderung menganggap bahwa seorang pemimpin adalah orang yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan kepribadian para pengikutnya sehingga ia bisa menggerakkan orang lain. J. Steven Ott , misalnya mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.
  3. Kepemimpinan sebagai tindakan yang menyebabkan orang lain patuh. Pemimpin adalah seorang yang secara sepihak mampu mengendalikan orang lain untuk memenuhi keinginan Sang Pemimpin.
  4. Kepemimpinan sebagai pelaksanaan mempengaruhi. Kepemimpinan menurut pandangan ini tidak lain adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam upayanya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  5. Kepemimpinan sebagai sebuah tindakan atau perilaku. Dengan perilaku kepemimpinan seperti dikatakan Fiedler  adalah sebuah tindakan tertentu yang dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mengoordinasikan kerja kelompok. Termasuk dalam tindakan ini, misalnya membuat struktur hubungan kerja, memuji, dan mengkritik anggota kelompok, serta menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan dan perasaan anggota kelompok. Sementara itu, Katz and Khan mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sebuah bentuk perilaku yang menyebabkan seseorang bisa mempengaruhi orang lain .
  6. Kepemimpinan sebagai bentuk persuasi. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memutuskan apa yang harus dikerjakan dan meminta orang lain agar mau mengerjakan hal tersebut. Jadi, kepemimpinan adalah seni berhubungan dengan orang lain, yakni seni untuk mempengaruhi orang lain dengan persuasi atau contoh, bukan paksaan, agar orang lain mau melakukan sebuah tindakan. Locke, et al. , misalnya mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses mem-bujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama.
  7. Kepemimpinan sebagai hubungan kekuasaan. Dalam hal ini, kepemimpinan dikaitkan dengan kekuasaan yang dimiliki seseorang sehingga dengan kekuasaan tersebut seseorang bisa mengendalikan tindakan orang lain.
  8. Kepemimpinan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan. Menurut pandangan ini kepemimpinan hanyalah salah satu instrumen yang kemungkinan tujuan bisa dicapai dan kebutuhan bisa terpenuhi.
  9. Kepemimpinan sebagai dampak dari sebuah interaksi. Munculnya kepemimpinan disebabkan karena terjadinya interaksi di dalam kelompok. Artinya, seseorang belum dianggap sebagai pemimpin sebelum dirinya berinteraksi dengan orang lain dan diakui oleh orang lain bahwa dirinya adalah seorang pemimpin.
  10. Kepemimpinan sebagai bentuk peran yang berbeda. Dalam sebuah masyarakat termasuk dalam sebuah organisasi setiap individu menempati posisi tertentu dan memainkan peran tertentu pula. Jika seseorang bisa memberi kontribusi yang diperlukan kelompoknya maka orang tersebut bisa dianggap sebagai pemimpin. Demikian juga jika orang tersebut bisa diandalkan dalam memberi kontribusi kepada kelompoknya maka dialah serang pemimpin.
  11. Kepemimpinan sebagai proses terciptanya struktur. Pandangan ini mengatakan bahwa kepemimpinan tidak disebabkan karena seseorang semata-mata menempati sebuah posisi di dalam organisasi atau karena dia memperoleh peran tertentu, tetapi karena dia bisa menginisiasi dan mempertahankan pola hubungan yang diperankan orang lain.


Dari beragam pandangan tentang kepemimpinan seperti tersebut di atas, pada akhirnya dapat diambil inti sari dari kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan merupakan sebuah fenomena kelompok. Seorang pemimpin tidak akan pernah ada jika tidak ada pengikut. Oleh karena itu, kepemimpinan selalu melibatkan persuasi atau pengaruh. Meski demikian, bukan berarti setiap proses mempengaruhi orang lain adalah sebuah proses kepemimpinan. Kepemimpinan hanya akan terjadi jika orang yang dipengaruhi mau melakukan tindakan yang bersifat sukarela, bukan karena diminta, terpaksa atau karena takut terhadap konsekuensi yang akan dihadapi jika mereka tidak melakukannya. Kemauan orang lain untuk melakukan tindakan sukarela inilah yang membedakan kepemimpinan dengan proses mempengaruhi lainnya, seperti kekuasaan dan otoritas. Dengan kekuasaan atau otoritas, misalnya seseorang bisa mempengaruhi orang lain, tetapi orang yang dipengaruhi mau melakukan tindakan tersebut karena takut atau karena terpaksa harus melakukannya. Agar orang lain mau melakukan tindakan sukarela, proses mempengaruhinya kadang-kadang tidak bisa dilakukan seketika melainkan melalui proses incremental – setahap demi setahap di luar proses keseharian yang bersifat mekanik dan direktif. 

Kedua, pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk menuntun orang lain atau anggota kelompok melakukan tindakan tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin mempengaruhi para pengikutnya melalui berbagai cara, seperti menggunakan otoritas yang memiliki legitimasi, menciptakan model (menjadi teladan), menetapkan sasaran, memberi imbalan dan hukuman, restrukturisasi organisasi, dan mengomunikasikan sebuah visi. Seorang pemimpin dapat dipandang efektif apabila dapat membujuk para pengikutnya untuk meninggalkan kepentingan pribadi mereka demi keberhasilan organisasi (Bass, 1995; Locke, et al., 1991). 

Ketiga, sering kali tidak bisa dihindari jika kehadiran seorang pemimpin karena kedudukan seseorang di dalam hierarki organisasi. Pemimpin biasanya berada puncak hierarki organisasi. Meski demikian, harus disadari pula bahwa proses kepemimpinan lebih dari sekadar menduduki suatu jabatan tertentu di dalam organisasi melainkan harus melakukan sesuatu agar orang lain terpengaruh dan mau melakukan tindakan secara sukarela. Sekadar menduduki posisi itu saja dipandang tidak cukup memadai untuk membuat seseorang menjadi pemimpin. Artinya, tidak selamanya seorang yang menduduki posisi tertentu di dalam organisasi adalah seorang pemimpin. Sebaliknya, kalaulah seseorang tidak menduduki jabatan tertentu bukan berarti dia bukan pemimpin. Menurut Burns  (1978), untuk menjadi pemimpin seseorang harus dapat mengembangkan motivasi pengikut secara terus-menerus dan mengubah perilaku mereka menjadi responsif.

Alkana, Alkena, Alkuna dan Alkil Halida

Dari berbagai unsur-unsur kimia yang kita kenal....ada satu unsur yang cakupannya sangat luas dan pembahasannya sangat mendalam yakni KARBON. Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga jumlah elektronnya juga 6....dengan konfigurasi 6C = 2, 4. Dari konfigurasi elektron ini terlihat atom C mempunyai 4 elektron valensi (elektron pada kulit terluar).....Untuk memperoleh 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi) dibutuhkan 4 elektron sehingga masing-masing elektron valensi mencari pasangan elektron dengan atom-atom lainnya. Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya untuk berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Bentuk rantai2 karbon yang paling sederhana adalah Hidrokarbon. Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon.

Berdasarkan jumlah atom C lain yang terikat pada satu atom C dalam rantai karbon, maka atom C dibedakan menjadi :

a. Atom C primer, yaitu atom C yang mengikat satu atom C yang lain.
b. Atom C sekunder, yaitu atom C yang mengikat dua atom C yang lain.
c. Atom C tersier, yaitu atom C yang mengikat tiga atom C yang lain.
d. Atom C kwarterner, yaitu atom C yang mengikat empat atom C yang lain.


•  atom C primer, atom C nomor 1, 7, 8, 9 dan 10 (warna hijau)
•  atom C sekunder, atom C nomor 2, 4 dan 6 (warna biru)
•  atom C tersier, atom C nomor 3 (warna kuning)
•  atom C kwarterner, atom C nomor 5 (warna merah)

Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :

• Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai lurus/terbuka yang jenuh (ikatan tunggal/alkana) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap/alkena atau alkuna).
•    Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin).
•   Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi)

Selanjutnya dalam artikel ini saya batasi membahas hidrokarbon rantai terbuka (alifatik) saja....
Berdasarkan ikatan yang ada dalam rantai C-nya, senyawa hidrokarbon alifatik dibedakan atas :
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)

Keterangan : n = 1, 2, 3, 4, .......dst


Alkana (Parafin)


adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh....karena jumlah atom Hidrogen dalam tiap2 molekulnya maksimal. Memahami tata nama Alkana sangat vital, karena menjadi dasar penamaan senyawa2 karbon lainnya.

Sifat-sifat Alkana
  1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal)
  2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
  3. Sukar bereaksi
  4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17  pada suhu adalah cair dan > C18  pada suhu kamar adalah padat
  5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah...dan bila jumlah atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
  6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
  7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
  8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Rumus umumnya CnH2n+2

Deret homolog alkana

Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.

Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

n    Rumus                     Nama

1.     CH4                      =   metana
2 .    C2H6                    =   etana
3 .     C3H8                   =   propana
4.      C4H10                 =   butana
5.      C5H12                 =   pentana
6.      C6H14                 =   heksana
7.      C7H16                 =   heptana
8.      C8H18                 =   oktana
9.      C9H20                 =   nonana
10.    C10H22               =   dekana
11.    C11H24               =   undekana
12.    C12H26               =   dodekana

TATA NAMA ALKANA


1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Apabila ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih yang jumlah cabangnya terbanyak
2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di depan nama alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran ana dengan akhiran il (alkil).
3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C nya sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang menyatakan jumlah seluruh cabang tersebut. Nomor atom C tempat cabang terikat harus dituliskan sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan yang digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan seterusnya.
4. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai dengan urutan abjad ( etil lebih dulu dari metil ).
5. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat dengan cabang. Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai dari :
• Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari metil )
• Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu cabang )

Contoh   :
Apakah nama idrokarbon di bawah ini ?


pertama kali kita tentukan rantai utamanya.....Rantai utama adalah rantai terpanjang :


rantai utamanya adalah yang di kotak merah...... Kenapa?? coba kalian perhatikan sisi sebelah kiri, bila rantai utamanya yang lurus  (garis putus2) maka sama2 akan bertambah 2 atom C tapi hanya akan menimbulkan satu cabang (bagian yang belok ke bawah)....sedangkan bila kita belokkan ke bawah akan timbul 2 cabang (Aturan no 1). Sekarang coba kalian perhatikan bagian kanan, penjelasannya lebih mudah....bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) hanya bertambah satu atom C sedangkan bila belok ke bawah maka akan bertambah 2 atom C. Jadi rangkaian rantai utama itu boleh belak-belok dan gak harus lurus......asal masih dalam satu rangkaian yang bersambungan tanpa cabang.

rantai karbon yang tersisa dari rantai utama adalah cabangnya.....


terlihat ada 3 cabang yakni 1 etil dan 2 metil.....penomoran cabang kita pilih yang angkanya terkecil :

• bila dari ujung rantai utama sebelah kiri maka etil terletak di atom C rantai utama nomor  3 dan metil  terletak di atom C rantai utama nomor 2 dan 6
• bila dari ujung rantai utama sebelah kanan maka etil terletak di atom C rantai utama nomor  6 dan metil di atom C rantai utama nomor 3 dan 7

kesimpulannya kira urutkan dari ujung sebelah kiri.....

Urutan penamaan :    nomor cabang - nana cabang - nama rantai induk

jadi namanya          :    3 etil 2,6 dimetil oktana

 cabang etil disebut lebih dahulu daripada metil karena abjad nama depannya dahulu (abjad "e" lebih dahulu dari "m"). karena cabang metil ada dua buah maka cukup disebut sekali ditambah awalan "di" yang artinya "dua". karena rantai utamanya terdiri dari 8 atom C maka rantai utamanya bernama : oktana.

bentuk struktur kerangka Alkana kadangkala  mengalami penyingkatan.....misalnya :


CH3 (warna hijau) merupakan ujung rantai
CH2 (warna biru) merupakan bagian tenganh rantai lurus
CH (warna  oranye) percabangan tiga
C (warna merah) percabangan empat

Kegunaan alkana, sebagai :

• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri


Alkena (Olefin)


merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-C=C-)

Sifat-sifat Alkena
  • Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
  • Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
  • Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur --> 2-metil-2-butena)
  • Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
  • Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
  • Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
Rumus umumnya CnH2n

TATA NAMA ALKENA


hampir  sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan :
  • Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang. Nama rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena. Sehingga pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan dan kirinya dan dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang.
  • Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari ujung  sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil.
  • Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang rantai  utama.
Contoh  :


menpunyai rantai utama......


penghitungan atom C pada rantai utama dimulai dari ikatan rangkap....sebelah kiri ikatan rangkap hanya ada satu pilihan sedangkan sebelah kanan ikatan rangkap ada dua pilihan yaitu lurus dan belokan pertama ke bawah....kedua2nya sama2 menambah 4 atom C namun bila belokan pertama kebawah hanya menghasilkan satu cabang sedangkan bila lurus menimbulkan dua cabang.

Jadi namanya       :   3 etil 4 metil 1 pentena 

1 pentena dapat diganti dengan n-pentena atau khusus ikatan rangkap di nomor satu boleh tidak ditulis....sehingga namanya cukup : pentena. Nomor cabang diurutkan sama dengan urutan nomor ikatan rangkapnya. Pada soal di atas dari ujung sebelah kanan....

Kegunaan Alkena sebagai :
  • Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
  • Untuk memasakkan buah-buahan
  • bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.

Alkuna


merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3  (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.

Rumus umumnya CnH2n-2

  Tata namanya juga sama dengan Alkena....namun akhiran -ena diganti -una

Kegunaan Alkuna sebagai  :
  • etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
  • untuk penerangan 
  • Sintesis senyawa lain.

Alkil Halida (Haloalkana)


Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl. I)

Sifat fisika Alkil Halida :
  • Mempunyai titik  lebih tinggi dari pada titik didih Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
  • Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
  • Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.
Struktur Alkil Halida  : R-X 

Keterangan :
R = senyawa hidrokarbon
X = Br (bromo), Cl (kloro) dan  I (Iodo)

Berdasarkan letak alkil dalam hidrokarbon di bagi menjadi :
  • Alkil halida primer, bila diikat atom C primer
  • Alkil halida sekunder, bila diikat atom C sekunder
  • Alkil halida tersier, bila diikat atom C tersier
CH3-CH2-CH2-CH2-Cl          (CH3)2CH-Br                 (CH3)3C-Br
               Primer                         sekunder                       tersier

Pembuatan Alkil Halida
  1. Dari alkohol
  2. Halogenasi
  3. Adisi hidrogen halida dari alkena
  4. Adisi halogen dari alkena dan alkuna

Penggunaan Alkil Halida :
  • Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
  • Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat pemadam kebakaran (Pyrene).
  • Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat “air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.

Komentar Terbaru

Just load it!